A.
PENGERTIAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Sebelum
membahas mengenai media pembelajaran, akan dibahas terlebih dahulu mengenai
media. Kata media berasal dari bahasa latin “medium” yang secara harfiah
berarti perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.
Menurut
Briggs (1970), media adalah sebagai alat fisik yang dapat menyajikan pesan
serta merangsang siswa beajar. Menurut Association
for Education Communication Technology atau AET (1971), media merupakan segala bentuk yang digunakan untuk
proses penyaluran informasi. Kemudian menurut Hamidjojo (1981), media adalah
segala bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebarkan ide sehingga
gagasan tersebut sampai pada si penerima.
Jadi
dapat dikatakan bahwa media adalah sarana untuk menyampaikan pesan dari pemberi
pesan ke penerima pesan. Pesan harus tersampaikan kepada penerima pesan. Media
pembelajaran adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual
serta peralatannya (Sadiman, dkk, dalam Anas, tanpa tahun:10).
Munadi
(dalam Yohana, 2011:9) mendefinisikan bahwa media pembelajaran sebagai segala
sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara
terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya
dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.
Pembelajaran
merupakan sebuah proses komunikasi antara pendidik, peserta didik dan bahan
ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyapaian pesan atau
media. Pesan yang dikomunikasikan merupakan isi pembelajaran yang disampaikan
oleh pendidik kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. Penyampaian
pesan merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting
dalam kegiatan belajar mengajar.
Dapat
dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang
perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk
mencapai tujuan belajar.
Media
pembelajaran terdiri dari dua unsur yaitu unsur peralatan (perangkat keras) dan
unsur pesan yang dibawahnya (perangkat lunak). Perangkat lunak adalah informasi
atau bahan ajar itu sendiri yang akan disampaikan kepada peserta didik,
sedangkan perangkat keras adalah sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan
pesan atau bahan ajar tersebut.
Fungsi
media dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar alat bantu pendidik,
melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Memperjelas
penyajian pesan dari konsep yang abstrak ke konkrit sehingga dapat
memeperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b. Media
dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra yang mencakup:
1) Obyek
atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat
diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio, atau model.
2) Obyek
atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan
dengan bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar.
3) Kejadian
masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui
rekaman video, film, foto, slide, disamping secara verbal
4) Obyek
yang telalu komplek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat
ditampilkan secara konkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer.
5) Konsep
yang terlalu luas berupa peristiwa alam
seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan
memakan waktu lama seperti kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan
teknik-teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide, atau
simulasi komputer.
c. Media
pembelajaran dapat mengatasi sikap pasif peserta didik sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar bagi peserta didik, menimbulkan interaksi langsung
antara peserta didik dan lingkungan serta peserta didik dapat belajar secara
mandiri.
d. Mengatasi
perbedaan peserta didik dan pengalamannya yang berbeda. Dengan memberikan
kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan
mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru,
masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan ke museum
atau kebun binatang.
Gagne
dan Briggs dalam Arsyad (2006:4) secara implisit mengatakan bahwa media
pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi
materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset,
video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar,
grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber
belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional yang dapat
merangsang siswa untuk belajar.
B.
PRINSIP
DASAR PEMILIHAN MEDIA
Prinsip-prinsip dasar pemilihan media diantaranya
sebagai berikut:
a. Setiap
media memiliki kelebihan dan kelemahan.
b. Pilihan
media yang memang sangat dierlukan
c. Penggunaan
media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif
d. Sebelum
media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan desain
pembelajaran
e. Hindari
penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebgai selingan atau sekedar pengisi
waktu kosong
f. Harus
senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media.
C.
PERTIMBANGAN
PEMBUATAN MEDIA
Pertimbangan-pertimbangan
pembuatan media diantaranya sebagai berikut:
a. Pilih
jenis materi yang diperlukan (apakah video, animasi, teks, dan sebagainya).
b. Keterkaitan
isi materi dengan tujuan dan aktivitas pembelajaran.
c. Materi
tidakk ketinggalan jaman.
d. Materi
cukup lengkap jelas, dan mudah dipahami oleh siswa.
e. Hal-hal
yang berkaitan dengan hak cipta.
D.
SYARAT
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN
Sebelum melakukan pembelajaran seorang pendidik
harus menyiapkan media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan suatu
informasi atau materi pembelajaran kepada peserta didik. Seorang pendidik juga
harus memperhatikan mengenai syarat-syarat pembuatan media pembelajaran yang
efektif agar pesan yang berupa materi pelajaran dapat tersampaikan kepada
peserta didik. Syarat-syarat pembuatan media pembelajaran diantaranya sebagai
berikut:
1) Visible (mudah
dilihat)
2) Interesting (menarik)
3) Simple (sederhana)
4) Useful
(bermanfaat)
5) Accurate
(benar)
6) Legitimate
(masuk akal)
7) Structure
(terstruktur)
E.
CONTOH
MEDIA PEMBELAJARAN
Ragam media dikategorikan menjadi 3 macam yaitu:
a. Media
konvensional seperti buku dan papan tulis,
b. Media
grafis, non grafis, dua dimensi, dan proyeksi,
c. Media
canggih.
Berikut merupakan contoh-contoh media pembelajaran:
1.
MEDIA
GRAFIS
Media grafis merupakan media penyajian informasi
dengan bentuk lukisan, sketsa, kata-kata, simbol, gambar, yang mendekati bentuk
aslinya. Desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan
yang memberikan kebebasan kepada perancang untuk memilih, menciptakan, atau
mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu alat
dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Grafik
memberikan representasi visual data yang berbentuk angka (numerik). Grafik
visual lebih menarik daripada bentuk tabel. Grafik memiliki 4 macam tipe yaitu
grafik bar, batang, bergambar, dan lingkaran.
Karakteristik grafik yang efektif adalah sebagai
berikut:
a) Grafik
dapat menganalisis atau mengetahui data yang lebih komplek.
b) Grafik
dapat memberikan pemahaman kemampuan yang akan dibuat.
c) Dalam
grafik harus ada warna yang sesuai untuk membandingkan dengan data yang lain.
d) Dalam
grafik perlu diberi hiasan yang sesuai dengan tema pembahasan dalam informasi
yang ditentukan.
Berikut contoh Media Pembelajaran Grafik:
Gambar grafik batang
Gambar media pembelajaran di atas merupakan contoh media pembelajaran sejarah yang berbentuk grafik. Media pembelajaran di atas menunjukkan grafik batang mengenai tahun kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia yaitu proto melayu, deutro melayu dan melanesoid.
Kritik terhadap media pembelajaran yang terdapat
dalam contoh gambar grafik di atas:
a. Dalam
membuat grafik seharusnya dilakukan pengukuran data yang sesuai dan data
numerik harus memiliki kelipatan yang seimbang. Misal dari kelipatan 2, 4, 6,
dst. Contoh gambar grafik tersebut tidak menunjukkan kelipatan yang seimbang,
sehingga grafik tersebut belum efektif.
b. Contoh
grafik di atas sudah menunjukkan warna yang sesuai untuk membedakan data satu dengan
data yang lain, dengan diberi warna hijau untuk jenis manusia proto melayu,
warna merah untuk jenis manusia deutrto melayu, dan warna biru untuk jenis
manusia melanesoid.
c. Contoh
grafik di atas sudah memberikan keterangan yang lebih kompleks, dengan
diketahui jenis manusia dan tahun kedatangannya.
d. Contoh
grafik sebaiknya menggunakan tulisan print, jika tulisannya dirasa jelek.
2.
MEDIA
CHART
Bagan atau chart termasuk media visual, yang mempunyai fungsi pokok yang menyajikan
ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis.
Chart memiliki representasi visual dari kronologi, berkualitas, dan bertingkat.
Chart biasanya direpresentasikan di dalam text book dan flow chart.
Karakteristik chart yang efektif adalah sebagai berikut:
a)
Dapat mendiskripsikan mengenai tujuan yang akan
dicapai.
b) Chart yang dapat mengurangi verbalis (kata-kata) agar
dalam menyampaikan informasi mudah dipahami.
c) Chart yang simple lebih baik daripada yang komplek
(Keep it Simple of Student).
d)
Chart harus bisa menyampaikan komunikasi.
e) Informasi yang dijelaskan dengan kata harus sesuai
dengan media visual yang digunakan.
Berikut contoh media pembelajaran chart:
Gambar chart
Gambar chart di atas merupakan salah satu contoh media pembelajaran sejarah. Media pembelajaran di atas menjelaskan mengenai jalur penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia. Jalur penyebarannya dimulai dari Cina Selatan sehingga kemudia menyebar ke wilayah-wilayh Indonesia.
Kritik
terhadap media pembelajaran yang terdapat dalam contoh gambar chart:
a. Contoh chart di atas sebaiknya menggunakan tulisan
diprint, agar tulisan masing-masing ketarangan dalam chart bisa jelas dan rapi.
b. Dalam pembuatan chart sebaiknya diberi keterangan pada
setiap garis agar dapat memberikan penjelasan yang lebih kompleks
c. Pemberian warna pada setiap keterangan lebih
diperhatikan karena jika dilihat tulisannya kurang jelas. Hidari warna gelap
bertemu dengan gelap, misal biru tua dengan hitam.
3.
MEDIA
PETA KONSEP
Menurut
Novak dan Gowin, Peta Konsep adalah suatu gambaran skematis untuk
mempresentasikan suatu rangkaian konsep dan kaitan antar konsep-konsep. Peta
ini mengungkapkan hubungan-hubungan yang berarti antara konsep-konsep dan
menekankan gagasan-gagasan pokok. Peta Konsep disusun hirarkis, konsep yang
lebih umum berada diatas dalam peta itu, sedangkan yang khusus dibawah. Peta
konsep adalah cara kreatif peserta didik secara individual untuk menghasilkan
ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Peta konsep
dapat mempermudah peserta didik untuk mengingat banyak informasi.
Berikut contoh media pembelajaran peta konsep:
Gambar peta konsep
Media pembelajaran di atas merupakan salah satu media pembelajaran sejarah yang berbentuk peta konsep. Pada media tersebut dijelaskan mengenai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yang kemudian dipetakan menjadi beberapa konsep diantaranya adalah fosil manusia purba, persebaran manusia purba, hipotesis tentang asal usul dan persebaran manusia, serta perkembangan teknologi dan sistem kepercayaan manusia awal neolitikum dan megalitikum.
Kritik terhadap media pembelajaran yang terdapat
dalam contoh gambar peta konsep:
a. Peta konsep hampir sama dengan chart, hanya saja jika
peta konsep lebih menitikberatkan pada konsep-konsep yang lebih banyak
menggunakan hubungan konsep satu dengan yang lain.
b. Contoh peta konsep di atas, sebaiknya ditulis dengan
menggunakan tulisan print agar tulisan terlihat jelas dan rapi.
c. Contoh peta konsep di atas sudah memberikan keterangan
keterkaitan konsep satu dengan yang lain. peta konsep lebih banyak menggunakan
kata-kata yang lebih kompleks.
4.
MEDIA MIND MAPPING
Menurut Shoimin dalam Syah (2015:184), peta pikiran
atau mind mapping adalah teknik
pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan perasaan grafis
lainnya untuk membentuk kesan. Mind map adalah cara
mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan
pikiran-pikiran kita (Buzan, dalam Imaduddin, dkk, 2012:66). Catatan yang
dibuat tersebut membentuk gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di
tengah dan subtopik serta perincian mejadi cabang-cabangnya. Hal tersebut dapat
menjadikan siswa merasa senang dan tidak bosan dalam mengikuti pelajaran,
sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar (Wicoff dalam Imaduddin, dkk,
2012:66).
Berikut contoh media pembelajaran mind mapping:
Gambar mind mapping
Gambar di atas merupakan salah satu media pembelajaran sejarah yang berbentuk min mapping. Pada media di atas menjelaskan mengenai teori-teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia.
Kritik terhadap media pembelajaran yang terdapat
dalam contoh gambar grafik:
a. Contoh mind
mapping di atas sebaiknya ditulis dengan huruf yang besar. Jika kertas yang
digunakan kurang besar sebaiknya menggunakan dua kertas manila atau lebih agar
keterangan dalam media tersebut bisa dilihat dengan jelas dan ukuran huruf yang
digunakan juga bisa diperbesar.
b. Penggunaan warna dalam setiap tulisan lebih baik
dibedakan, karena dapat memberikan keterangan yang berbeda dengan keterangan
yang lain.
c. Jika tulisannya masih belum rapi dan belum jelas,
lebih baik menggunakan tulisan yang diprint agar kelihatan rapi dan jelas.
Secara
keseluruhan, mind map membantu
seseorang untuk memahami suatu bahasan dan memermudah seseorang menganalisis
suatu permasalahan. Menurut Susana Widyastuti dalam Nurkholis
(2015:16) beberapa manfaat penggunaan mind map adalah:
a)
Membebaskan imajinasi dalam menggali ide-ide sehingga
menjadi lebih kreatif.
b)
Lebih mudah mengingat fakta dan angka.
c)
Membantu berkonsentrasi dan menghemat waktu.
d)
Cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam
otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, yang merupakan cara mencatat
yang kreatif dan efektif.
e)
Membantu otak berpikir secara teratur.
f)
Proses belajar akan terasa lebih mudah.
5.
MEDIA
POWER POINT
Media power
point merupakan media yang dapat ditampilkan berbentuk slide dengan
menggunakan komputer. Media power point
digunakan sebagai alat untuk presentasi dengan kemampuan penngelolaan teks,
warna, dan gambar, serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai dengan
kratifitas penggunanya. Berikut karakteristik power point yang efektif:
a) Dalam
1 slide harus berisi title dan sub title yang berbeda huruf. Huruf yang digunakan bisa berupa
arial, verdana, dan tahoma.
b) Dalam
1 slide harus ada pembatasan (blod, italic, underline, size changes)
dengan ketentuan maksimal 4 penggunaan.
c) Warna
yang digunakan tidak boleh kontras dengan background.
Dengan menjauhi warna pokok yaitu merah, kuning, dan hijau.
d) Ukuran
huruf yang digunakan dalam title sebesar
30-40, sedangkan untuk ukuran huruf content
sebesar 20-30.
e) Dalam
1 slide tidak boleh lebih dari 10-12
garis dengan rata kanan-kiri.
f) Jika
ada slide lanjutan, maka harus
ditulis title dalam slide tersebut dan di pojok bawah harus
diberi kata “lanjutan”.
g) Jika
menggunakan gambar dan animasi dalam slide
harus sesuai dengan topik pembahasan, dan hindari background yang memiliki warna kontras.
Berikut contoh media pembelajaran power point:
Slide 1
Gambar judul materi pelajaran dalam power point
Gambar slide 1 pertama menunjukkan judul materi pelajaran yang akan dibahas, kompetensi dasar, dan nama penulis. Slide di atas masih memiliki kekurangan terkait judul yang harus diblod agar nampak lebih jelas penulisannya. Tulisan
judul yang digunakan sudah sesuai, yaitu dengan menggunakan huruf jenis Tahoma
ukuran 40, dan content menggunakan
jenis huruf arial ukuran 30.
Slide 2
Gambar deskripsi materi pelajaran dalam power point
Gambar slide 2 di atas
sudah memberikan deskripsi tentang materi pelajaran dengan menggunakan
huruf jenis Tahoma ukuran 35 dan subtitle
menggunakan huruf jenis Arial ukuran 28 yang di blod, serta content yang
ditulis menggunakan huruf Arial ukuran 24.
Slide 3
Gambar shapes atau smart art mengenai materi pelajaran dalam power point
Gambara slide 3 ini sudah memberikan shapes atau smart art dengan title menggunakan huruf jenis Tahoma ukuran 30, dan subtitle serta content menggunakan jenis huruf Arial ukuran 28, namun yang
membedakan hanya subtitle dibold. Sebaiknya penempatan shapes atau smart art tidak terlalu dekat dengan garis tepi power point.
Slide 4
Gambar berisi video dan audio yang berisi materi pelajaran
Gambar slide 4 di atas yang berisi gambar yang memberikan
keterangan mengenai audio dan visual mengenai materi pelajaran. Dalam slide ini kurang diberikan deskripsi tentang video dan audio mengenai materi yang akan dibahas.
Slide 5
Gambar power point berisi hyperlink alamat website materi pelajaran
Gambar slide 5 ini juga terdapat deskripsi dan hyperlink
alamat atau link website yang berisi materi
pelajaran yang saling berkaitan.
6.
MEDIA
PREZI
Media pembelajaran online
berbasis aplikasi yang merupakan media pembelajaran berbasis teknologi dan
informasi karena menggunakan perangkat komputer yang terkoneksi dengan
internet. Prezi adalah bagian
perangkat lunak yang digunakan secara gratis melalui media online. Prezi memiliki desain dasar template
yang memungkinkan kombinasi teks, gambar, video, audio, dan hyperlink. Daryanto dalam Wulandari
(2014:29) berpendapat bahwa media pembelajaran online berbasis aplikasi prezi
dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses
pembelajaran, dalam hal merangsang pilihan, perasaan, perhatian, dan kemauan
peserta didik sehingga secara sengaja proses belajar dapat bertujuan, terjadi,
dan terkendali. Pembuatan
prezi hampir sama dengan power point, yang membedakan hanya jika prezi harus menggunakan koneksi internet
karena merupakan aplikasi online, sedangkan power
point tidak menggunakan koneksi internet.
Bagian 1
Gambar judul prezi
Gambar
prezi di atas berisi mengenai judul materi pelajaran, kompetensi dasar, dan nama penulis. kekurangan dari gambar di atas adalah mengenai tampilan yang kurang menarik. serasa media tersebut kurang menarik perhatian pembaca karena kurang warna lain, misalnya diberi warna animasi merah atau warna lain agar lebih menarik.
Bagian 2
Gambar prezi yang berisi diskripsi dan hyperlink alamat website
Gambar prezi di atas berisi mengenai teori-teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dan terdapat alamat atau link website. Jika
memilih background dengan bentuk lingkaran, sebaiknya dalam penulisan
keterangan yang ada di dalamnya menggunakan shapes
berbentuk kotak atau persegi agar
penulisan deskripsi dapat ditulis secara rapi dan lebih meminimalkan huruf yang
digunakan. Sebaiknya dalam bagian prezi di atas diberi warna lain, agar lebih menarik dan tidak bosan melihat warna yang monoton.
Bagian 3
Gambar prezi
yang berisi bagan deskripsi materi pelajaran.
Gambar prezi di atas berisi asal usul nenek moyang bangsa indonesia yang dijelaskan dengan beberapa bagian prezi selanjutnya.
Bagian 4
Gambar prezi yang berisi deskripsi materi
pelajaran.
Gambar prezi menjelaskan mengenai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yaitu proto Melayu. Penggunaan
gambar pada setiap slide prezi sudah
sesuai dengan konten materi pelajaran.
Bagian 5
Gambar prezi yang berisi deskripsi materi
pelajaran.
Gambar prezi menjelaskan mengenai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yaitu deutro Melayu. Penggunaan
gambar pada setiap slide prezi sudah
sesuai dengan konten materi pelajaran.
Bagian 6
Gambar prezi yang berisi deskripsi materi
pelajaran.
Gambar prezi menjelaskan mengenai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yaitu melanesoid. Penggunaan
gambar pada setiap slide prezi sudah
sesuai dengan konten materi pelajaran.
Bagian 7
Gambar prezi yang berisi shapes materi pelajaran.
Gambar prezi di atas menjelaskan mengenai jalur penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia. Dengan menggunakan shapes agar lebih menarik dan lebih rapi dalam menulis.
Bagian 8
Gambar prezi yang berisi video materi
pelajaran.
Gambar prezi di atas menjelaskan mengena video yang terkait dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Kekurangan dalam bagian di atas tidak dijelakan mengenai deskripsi dari video tersebut.
Bagian 9
Gambar prezi yang berisi audio materi
pelajaran.
Gambar prezi di atas menjelaskan mengenai audio yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Kekurangan dalam bagian di atas tidak dijelaskan deskripsi yang terdapat dalam audio tersebut.
7.
MEDIA BLOG
Blog
merupakan website salah satu media pembelajaran yang digunakan secara individu
maupun kelompok. Blog adalah salah satu media yang efektif untuk dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran, dimana pendidik dapat mengupload materi mata pelajaran yang disajikan. Penerapan media pmbelajaran
blog akan membantu mempermudah
peserta didik dalam memperoleh materi yang disajikan oleh pendidik.
DAFTAR
PUSTAKA
Arsyad,
Azhar. 2006. Media Pembelajaran.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Nurkholis,
A. 2015. “Pengembangan Media Pembelajaran Mind
Map Berbasis Adobe Flash dalam Pokok Bahasan Transistor di SMK Negeri 1
Magelang”. Tidak
Diterbitkan. Skripsi. Yogyakarta:
Universitas Negeri Yogyakarta.
Syah,
Natriani Ramlah. 2015. “Penerapan
Model Pembelajaran Mind Mapping Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas IV SDN 54 Kota Parepare”. Jurnal Publikasi Pendidikan. Vol 5 (3)
184.
Susilana,
R dan Riyana C. 2009. Media Pembelajaran
Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: CV Wacana
Prima.
Susilowati,
H. 2011. “Pengembangan Media Pembelajaran Chart dan Job Sheet Proporsi Tubuh
Wanita pada Mata Diklat Menggambar Busana di SMK Marsudirini Marganingsih
Surakarta”. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.
Wulandari,
E. 2014. “Pengembangan
Desain Media Pembelajaran Online Berbasis Aplikasi Prezi pada Standar
Kompetensi Korespondensi Bahasa Indonesia SMK Kompetensi Keahlian Administrasi
Perkantoran”. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.
Yohana,
A. 2011. ”Studi Tentang Media Pembelajaran yang Digunakan pada Mata Pelajaran
Seni Budaya Bidang Seni Rupa di SMP Negeri 1 Probolinggo. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Oleh:
Suci Rahayu
NIM. 150210302064
FKIP/Pendidikan Sejarah
Universitas Jember